Ayam Broiler disebut juga potong atau pedaging, yang merupakan jenis ras unggulan yang mampu tumbuh cepat sehingga mampu menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (antara 4-6 Minggu). Sebenarnya ayam broiler ini baru populer di Indonesia sejak tahun 80-an. Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat maka banyak peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan diberbagai wilayah Indonesia. Ayam Broiler mempunyai peranan yang sangat penting sebagai sumber protein hewani.
KONDISI TEKNIS YANG IDEAL
Lokasi Kandang Pemeliharaan Ayam Broiler
Suhu Ruang Dalam Kandang
Suhu ideal kandang dalam pemeliharaan ayam broiler tergantung dari umur:
Umur (hari) Suhu ( 0C )
01 – 07 34 – 32
08 – 14 29 – 27
15 – 21 26 – 25
21 – 28 24 – 23
29 – 35 23 – 21
PEDOMAN TEKNIS PEMELIHARAAN AYAM BROILER
Sebelum usaha beternak ayam broiler dimulai, seorang peternak wajib memahami tiga hal yaitu: manajemen (pengolahan usaha peternekan), breeding (pembibitan) dan feeding (makanan/pakan ternak).
Penyiapan Sarana dan Prasarana dalam beternak ayam broiler
Perkandangan
Idealnya meliputi: temperatur berkisar antara 32,2-35 derajat C, kelembaban berkisar antara 60-70%, penerangan dan pemansan kandang sesuai dengan aturan yang ada, tata letak kandang agar mendapatkan sinar matahari pagi dan tidak melawan arah angin kencang, model kandang disesuaikan dengan umur ayam broiler, untuk anakan ayam broiler sampai umur 2 minggu memakai kandang box/ditirai dengan plastik/ terpal, luas disesuaikan dengan kepadatan ayam broiler setelah umur dewasa perilaku tirai disesuakan dengan kondisi ayam jika dingin/angin tirai ditutup dan sebaliknya.
Peralatan
1. Litter (alas lantai)
alas lantai harus dalam keadaan kering, tebal sekitar 10cm dengan bahan dari sekam/kulit padi.
2. Indukan atau Brooder
Ini dapat dibuat dengan berbentuk bundar atau persegi dengan areal jangkauan 1-4 meter dengan alat pemans ditengah yang fungsinya seperti induk ayam yang menghangatkan anak ayam yang masih kecil.
3. Tempat makan dan minum
Tempat makan dan minum disesuakan dengan populasi ayam.
4. Peralatan
alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayan seperti suntikan, gunting operasi, pisau potong operasi kecil dan lain-lain.
BIBIT/DOC
Bibit yang baaik mempunyai ciri:
1. Sehat dan aktif bergerak
2. Tubuh gemuk
3. Bulu bersih dan kelihatan mengkilap
4. Hidung bersih, Mata tajam dan berdih serta anus berdih.
Sementara Jenis DOC yang banyak beredar di pasaran diantaranya Platinum, CP707, Super Chick dll
PEMELIHARAAN
1. Pemberian pakan
Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam broiler, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi)
Untuk pemberian pakan ayam broiller ada dua tahap yaitu starter/tahap pertumbuhan umur 1-20 hari, yang harus mengandung kadar protein minimal 23 %, dan finisher/tahap penggemukan umur diatas 20 hari, yang memakai pakan berkadar protein 20%. Jenis pakan biasanya tertulis pasa kemasannya, Efisiensi pakan ayam broiler dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam broiler yang dipanen.
Contoh perhitungan :
Diketahui ayam broiler yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3120 kg, maka FCR-nya adalah :
Berat total ayam broiler hasil panen = 1000 x 2 = 2000 kg
FCR = 3125 : 2000 = 1,6
Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan
2. Pemberian minum
Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam broiler yang dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:
Fase starter (umur 1-20 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air
Fase finisher (umur diatas 20 hari), minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor/terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor.
PEMELIHARAAN KANDANG
Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan ayam broiler merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak ayam broiler dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label yang dari poultry shoup. Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.
VAKSINASI
Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam broiler untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 umur 14 dengan vaksin gumboro dengan dicampur minum/suntikan dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.
2. Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
3. Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD)
4. Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease)
HAMA
Tungau (kutuan)
SANITASI / CUCI KANDANG